Budaya
Pengertian Budaya adalah mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Istilah Budaya berasal dari kata Culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin "colere" yang berarti mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau petani.
Kuliner Cirebon yang sangat populer adalah empal gentong. Makanan khas Cirebon ini mirip dengan soto atau gule daging. Tapi yang membedakan adalah proses pengolahannya yang menggunakan gentong besar dari tanah liat. Dimasak di atas api dari kayu bakar.
Siapa yang tidak tahu makanan yang satu ini? Ya, karena Anda cukup mudah untuk menemukan makanan ini di Jakarta. Tahu gejrot adalah makanan yang terdiri dari tahu goreng yang diiris tipis dimakan dengan kuah kecap manis bersambal pedas dengan campuran bawang putih dan bawang merah.
Mengenal Kebudayaan Asli Cirebon
Semua daerah di Indonesia memang memiliki banyak sekali ciri khas kebudayaan yang mana merupakan salah satu sisi kekayaan yang ada pada daerah tersebut. Seperti halnya Cirebon yang merupakan salah satu daerah di Jawa Barat dan juga daerah yang kaya akan kebudayaannya yang sudah sangat terkenal dan turun temurun dilestarikan hingga saat ini. Kebudayaan asli Cirebon ini, memiliki banyak sekali jenisnya.
Kebanyakan merupakan berjenis tarian atau bahkan karya seni yang menarik untuk dilihat dan dinikmati. Mengenal kearifan kebudayaan asli Cirebon ini, tentu saja akan membuat kita mengerti bahwa Cirebon juga memiliki daya tariknya sendiri dalam hal kesenian dan juga kebudayaan yang tidak kalah menariknya dari daerah lainnya. Dan berikut ini adalah beberapa kebudayaan asli Cirebon yang bisa kita ketahui.
Macam-macam kebudayaan asli Cirebon
1. Tari Topeng
Tari topeng merupakan salah satu kesenian asli Cirebon yang mana berupa tarian dan si penari ini menggunakan topeng untuk menari. Tarian ini memiliki sisi historis dimana dulunya digunakan sebagai alat untuk diplomasi ketika Kerajaan Cirebon berperang dengan kerajaan Karawang. Dulunya Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Cirebon kewalahan menandingi kesaktian pangeran Welang, dengan menciptakan tarian topeng sebagai salah satu cara diplomasi, akhirnya pangeran Welang jatuh cinta dengan si penari, dan menyerah, serta berjanji menjadi pengikut setia Sunan Gunung Jati. Biasanya si penari topeng ini akan berganti topeng sesuai dengan karakter yang dimainkan dalam cerita yang dibawakannya.
2. Sintren
Pertunjukan kesenian yang satu ini, memang diwarnai dengan sisi magis, karena si penari akan diikat dari leher hingga ujung kaki, kemudian dikurung didalam kurungan ayam yang besar yang telah di tutupi, sesaat si penari tadi sudah berubah dengan pakaian khas penari sintren lengkap dengan kacamata hitamnya, dan dengan iringan gamelan, penari yang kerasukan ini, menari, hingga pertunjukan selesai. Kesenian sintren saat ini memang jarang dimainkan, namun ada juga beberapa grup sintren yang sekarang masih tetap eksis di Cirebon.
3. Kesenian Gembyung
Kesenian yang satu ini merupakan salah satu peninggalan para wali yang ada di Cirebon, dimana merupakan salah satu bentuk dari pengembangan kesenian terbang yang digunakan oleh para wali untuk menyebarkan agama islam. Kesenian ini, kerap digunakan pada saat upacara – upacara adat dan juga acara keagamaan seperti maulid, Rajaban, ataupun Syuro. Selain itu, kesenian Gembyung ini seiring dengan perkembangan waktu sudah dikombinasika dengan seni jaipongan serta tarling.
4. Genjring Rudat
Kesenian yang satu ini, pada awalnya merupakan salah satu jenis kesenian yang berkembang di pesantren yang ada di Cirebon, kemudian seiring berkembangnya zaman, kesenian ini menjadi salah satu awal dari tumbuhnya semangat perjuangan untuk melawan penjajah belanda, yang di pimpin oleh Kesultanan Kanoman Cirebon. Alat musik yang kerap digunakan pada kesenian ini adalah genjring, terbang dan juga bedug, dengan melantunkan puji – pujian yang mengagungkan asma Allah serta Rasul-Nya.
5. Angklung Bungko
Kesenian yang satu ini, merupakan salah satu kebudayaan asli Cirebon yang dipentaskan pada acara – acara adat, seperti nadran, ngunjung buyut, dll. Dalam pertunjukan angklung bungko ini, penari akan mementaskan urutan – urutan tarian mulai dari tari panji, benteleye, bebek ngoyot, ayam alas, dll. Selain itu, alat musik yang kerap digunakan pada kesenian tradisional ini antara lain berupa gendang, tutukan, klenong dan gong.
Rumah adat yang ada di Cirebon
Rumah adat - Rumah Adat Cirebon adalah Keraton Kesepuhan, yang dimaksud Keraton kesepuhan yaitu nama rumah adat yang berasal dari Cirebon. Rumah adat Keraton Kesepuhan dirawat dan dibersihkan dengan sangat teliti sehingga di Cirebon, rumah adat ini merupakan rumah paling bersih
Rumah adat Cirebon ini didesain dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan, hal ini dapat dilihat dari tiap sudutnya yang mempunyai makna arsitektur yang mendalam dan mengandung nilai sejarah yang luar biasa. Pada keraton Kesepuhan terdapat Pendopo dan di kelilingi dengan tembok bata merah, pada bagian barat Rumah Adat orang Cirebon yang merupakan Keraton Kesepuhan ini terdapat masjid yang megah yang merupakan hasil karya para wali di jaman itu. Nama dari masjid ini adalah Masjid Sang Agung Cipta Rasa.
Terdapat dua pintu gerbang tempat keluar masuknya orang pada rumah adat di Cirebon yang merupakan Keraton ini, yaitu, pintu gerbang utama yang terletak di sebelah utara dan pintu gerbang yang kedua terletak di bagian selatan kompleks perumahan adat Keraton Cirebon. Di Rumah Adat keraton Kesepuhan Cirebon terdapat 3 bagian area halaman :
Pada area halaman pertama rumah adat merupakan kompleks Siti Inggil. Kompleks ini terdiri dari lima macan bangunan :
Bangunan pertama, Mande Pandawa Lima : ini adalah tempat duduk bagi para pengawal raja
Bangunan Kedua, Mande Malang Semirang : sebagai tempat raja duduk untuk menyaksikan acara di alun-alun.
Bangunan ketiga, Mande Semar Timandu : sebagai tempat penasihan atau penghulu raja
Bangunan keempat, Mande Kresmen : tempat untuk menampilkan kesenian bagi raja
Bangunan Kelima, Mande Pengiring : bangunan untuk pengiring Raja
Terdapat dua pintu gerbang tempat keluar masuknya orang pada rumah adat di Cirebon yang merupakan Keraton ini, yaitu, pintu gerbang utama yang terletak di sebelah utara dan pintu gerbang yang kedua terletak di bagian selatan kompleks perumahan adat Keraton Cirebon. Di Rumah Adat keraton Kesepuhan Cirebon terdapat 3 bagian area halaman :
Pada area halaman pertama rumah adat merupakan kompleks Siti Inggil. Kompleks ini terdiri dari lima macan bangunan :
Bangunan pertama, Mande Pandawa Lima : ini adalah tempat duduk bagi para pengawal raja
Bangunan Kedua, Mande Malang Semirang : sebagai tempat raja duduk untuk menyaksikan acara di alun-alun.
Bangunan ketiga, Mande Semar Timandu : sebagai tempat penasihan atau penghulu raja
Bangunan keempat, Mande Kresmen : tempat untuk menampilkan kesenian bagi raja
Bangunan Kelima, Mande Pengiring : bangunan untuk pengiring Raja
Makanan Khas yang ada di Cirebon
Empal Gentong
Secara umum, empal gentong ada dua jenis, yaitu empal gentong dengan kuah santan dan taburan kucai. Atau empal asem dengan kuah bening. Penambahan belimbing wuluh memberikan cita rasa asam pada empal asem ala Cirebon ini.
Tahu Gejrot
Itulah beberapa kebudayaan asli Cirebon yang bisa kita kenali dan juga turut kita bantu lestarikan agar nantinya anda bisa mengenal kebudayaan daerah Cirebon ini semakin dalam dan juga turut memperkenalkannya ke anak cucu kita kelak.
0 komentar:
Posting Komentar