Senin, 16 Januari 2017

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Bab 3 “Individu, Keluarga dan Masyarakat”
Pembahasan
A.Pertumbuhan Individu
I.            Pengertian Individu

Pengertian Individu adalah berasal dari kata yunani yaitu “Individium” yang memiliki arti “Tidak Terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, akan menyangkut tabiat dengan kehiduoan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan kehidupan manusia. Individu merupakan kesatuan yang memiliki keterbatasan yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan sebagai individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.

II.            Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan berarti perubahan kuantitatif pada materil sesuatu sebagai akibat dari adanya pengaruh lingkungan sekitar. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan bahkan dari tidak ada menjadi ada, dari hal kecil menjadi hal yang besar dari sedikit menjadi banyak, Dan dari sempit menjadi luas, dll.
Pertumbuhan ialah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible atau tidak dapat kembali pada keadaan semula. Pertumbuhan yang bersifat kuantitatif, dimana suatu organisasi atau organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar bahkan sangkat besar dan maju seiring dengan pertambahnya waktu.

III.            Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:

·         Faktor Biologis

Faktor Biologis dapat diartikan sebagai semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki, dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan prilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.

·         Faktor Geografis

Faktor Geografis bisa diartikan sebagai setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungannya fisik kurang baik dan tidak ada hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

B.Fungsi Keluarga

1.       Pengertian Fungsi Keluarga

Keluarga adalah suatu lembaga sosial yang paling mendasar dari semua lembaga atau pranata sosial lainnya. Di masyarakat manapun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang unviersal dan menjadi pusat penting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

Keluarga dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni:
·         Keluarga Inti
Keluarga yang didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang suami, istri, dan anak mereka yang belum ada ikatan perkawinan.
·         Keluarga Kerabat
Keluarga hubungan kerabat sedarah atau tidak dapat di dasarkan oada pertalian kehidupan suami istri, melainkan pada pertalian darah atau suatu ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat.

2.       Macam-Macam Fungsi Keluarga

Fungsi ini untuk mendidik anak mulai dari awal sampai dengan pertumbuhan anak terbentuk personalitynya. Anak-anak lahir tanpa bekal sosial, agar si anak dapat berpartisipasi maka harus disosialisasikan oleh orang tuanya tentang nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain,  anak-anak harus mempelajari norma mengenai apa yang senyatanya baik dan tidak layak dalam masyarakat.

Terdapat beberapa fungsi keluarga antara lain:

·         Fungsi Ekonomi atau Unit Produksi
Yaitu urusan-urusan pokok untuk mendapatkan suatu kehidupan dilaksanakan keluarga sebagai unit-unit produksi yang seringkali dengan mengadakan pembagian kerja di antara anggota-anggotanya. Jadi, keluarga bertindak sebagai unit terkoordinir dalam produksi ekonomi. Dengan adanya fungsi ekonomi maka hubungan di antara anggota keluarga tidak hanya sekedar hubungan yang di landasi kepentingan untuk melanjutkan keturunan.

·         Fungsi Pelindung
Fungsi pelindung adalah melindungi seluruh anggota keluarga dari berbagai macam masalah dan bahaya yang dialami oleh salah satu anggota keluarga. Dengan adanya negara, maka fungsi ini banyak di ambil oleh instansi negara.

·         Fungsi Penentuan Status
Jika dalam masyarakat terdapat perbedaan status yang besar, maka anggota keluarga akan mewariskan statusnya pada tiap-tiap anggota atau indivdu sehingga tiap-tiap anggota keluarga memiliki hak-hak istimewanya sendiri. Contohnya seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dll.

·         Fungsi Pemeliharaan
Keluarga memiliki kewajiban untuk memelihara anggotanya yang sakit, menderita, dll. Fungsi ini pada stiap masyarakat berbeda, tetai sebagian masyarakat membebani keluarga dengan pertanggungjawaban khusus terhadapa anggotanya bila mereka tergantung pada masyarakat.

·         Fungsi Afeksi
Slah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan kasih sayang dan rasa dicintai oleh anggota keluarganya sendiri terutama orang tua. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kenakalan yang serius adalah salah satu ciri dari anak yang jarang sekali mendapatkan kasih sayang atau perhatian dari keluarganya. Di sisi lain, ketiadaan afeksi juga menggerogoti kemampuan seorang bayi untuk bertahan hidup.

C.Individu, Keluarga dan Masyarakat

·         Pengertian Keluarga
Keluarga adalah suatu lembaga sosial yang paling mendasar dari semua lembaga atau pranata sosial lainnya. Di masyarakat manapun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang unviersal dan menjadi pusat penting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

·         Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “Masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab yaitu “Musyarak”. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan antara entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling ketergantungan satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam komunitas yang teratur.

Masyarakat terbagi menjadi 2 golongan, diantaranya:

1.       Masyarakat Paguyuban
Paguyuban adalah sistem hubungan masyarakat yang bukan berdasarkan motif ekonomi. Rukun tetangga, rukun warga, perkumpulan ibu-ibu senam aerobik tingkat RW, klub badminton bapak-bapak, kegiatan karang taruna.
2.       Masyarakat Patembayan
Patembayan yakni bentuk tertentu kelompok social berdasarkan rasional. Definisi lainnya adalah masyarakat yang hubungan antara anggota yang satu dengan lainnya bersifat lugas dan mempunyai tujuan yang sama untuk mendapat keuntungan material.

·         Perbedaan antara masyarakat non industri dengan masyarakat industri

Kelompok masyarajat non industri terbagi menjadi 2 golongan yaitu:
Ø  Kelompok Primer yaitu dimana sebuah kelompok berinteraksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
Ø  Kelompok Sekunder yaitu dimana sebuah kelompok berinteraksi antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif. 

D.Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat


·         Makna Individu
Manusia adalah mahluk individu. Mahluk individu adalah makhluk yang cenderung tidak dapat terbagi-bagi, tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusa sebagai mahluk individu, tidak hanya mengandung arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan sebuah kepribadiannya, termasuk cara dan tata perilakunya dan kekurangan dan kelebihan-kelebihannya.

·         Makna Keluarga
Keluarga adalah suatu lembaga sosial yang paling mendasar dari semua lembaga atau pranata sosial lainnya. Di masyarakat manapun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang unviersal dan menjadi pusat penting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

Ada 5 sifat terpenting yang ada dalam sebuah keluarga:
      1.  Hubungan suami-isteri
2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
3. Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
4. Milik atau harga benda keluarga
5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama/rumah bersama

  ·     Makna Masyarakat
Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang juga tidak sedikit. Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya :
1. R. Linton : Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu
2. M.J Herskovist : Kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
3. J.L Gillin dan J.P Gillin : kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama
4. S.R Steinmetz : Kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai hubungan yang erat dan teratur
5. Hasan Shadily : Golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
·         Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat.
Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan sebuah eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikanya aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensi sebagai manusia.

E.Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi.
·         Perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni:
Migrasi penduduk, Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.
Mobilitas penduduk, Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
·         Pengaruh serta hal pendorong terjadinya sebuah Urbanisasi
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.



Share:

0 komentar:

Posting Komentar